WORKSHOP PENGUATAN KEWIRAUSAHAAN DARI ROTTE BAKERY
Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Pekanbaru mengikuti workshop penguatan dibidang kewirausahaan dari Rotte Bakery. Penyampaian materi disampaikan oleh perwakilan dari PT. Babada Wasaka Indonesia yaitu Bapak Fahmi Nanda selaku CEO Rotte Factory Indonesia dan Bapak Machmud Fauzi selaku Team Quality Control dan Sekretaris Koperasi syariah Babada Corp. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan siswa SMK Negeri 2 Pekanbaru.
![]() |
Pada kegiatan kali ini, Kepala SMK Negeri 2 Pekanbaru Bapak Peri Daswandi, S.Pd., M.Pd. berharap setelah mengikuti workshop ini, siswa SMK Negeri 2 Pekanbaru bisa merencanakan wirausaha yang akan dilakukan saat mereka tamat nanti dan menjadi pengusaha yang sukses.
Beberapa hal yang dapat dicontoh dari perusahaan PT. Babada Wasaka Indonesia atau yang lebih dikenal dengan Rotte Bakery. Dimulai dari Misi Babada Corp yaitu “menjadi perusahaan sebagai tempat untuk insan yang berkomitmen membangun kebaikan dunia dan akhirat, melakukan inovasi yang berkelanjutan dan disruptif agar tercipta produk yang tepat guna, sehat, halal, nilai produk melebihi harga dan layanan prima untuk kebahagiaan konsumen serta membangun kebermanfaatan dan keberdampakan secara berkesinambungan sehingga terwujudnya masyarakat Indonesia yang setara, adil, dan makmur. Dari misi tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa Rotte Bakery tidak hanya mementingkan keuntungan dunia saja tetapi juga membangun kebaikan dunia dan akhirat.
Pengusaha adalah seseorang yang menjalankan usahanya dengan terus menciptakan ide yang kreatif sehingga menghasilkan sesuatu atau produk yang bernilai. Pengusaha dapat diartikan dengan wirausaha atau entrepreneur. Yang dijual oleh seorang pengusaha adalah barang dan atau jasa. Layanan menjadi salah satu faktor utama dalam kewirausahaan.
![]() |
Dari 270 Juta Jiwa jumlah penduduk Indonesia, ada 8,06 Juta Jiwa yang menjadi entrepreneur. Berdasarkan fakta di lapangan banyak lulusan SMK yang menjadi pengangguran karena tidak melanjutkan kuliah, tidak punya biaya, persaingan kerja yang banyak, tidak punya keahlian, dan lowongan kerja yang sedikit. Berwirausaha adalah solusi agar kita tetap berpenghasilan.
Entrepreneur dibagi menjadi empat jenis, yaitu socio preneur, ecopreneur, mompreneur, dan technopreneur. Contoh wirausaha yang dapat dijalankan pada zaman digital saat ini: content creator, penulis, vidiografer, UMKM, dropship/reseller, dan freelance.
Mengapa kita harus berwirausaha? Untuk mendapatkan penghasilan, bisa menabung sendiri, mandiri diusia muda, memiliki banyak relasi, bisa membantu keluarga, bisa membantu teman, bisa membeli barang impian dan melatih mental sejak muda. Dalam buku Cashflow Quadrant (Robert Kiyosaki) ada jenis 4 manusia: orang yang memiliki pekerjaan dan mendapatkan penghasilan bulanan, orang yang menciptakan pekerjaan, orang yang memiliki bisnis, dan investor.
![]() |
![]() |
Jika tidak mempunyai modal yang besar untuk memulai suatu usaha maka pilihlah bisnis dengan modal kecil, jika perlu yang tanpa modal, dapat dilakukan dengan system PO/pesan dulu/bayar dulu. Lalu bagaimana cara promosi yang efektif saat ini? Cara promosi yang sangat efektif untuk saat ini adalah lewat media sosial seperti facebook, market place, group jual beli, fanspage, whatsapp bisnis, story WA, Katalog WA, instagram post, IG Story, IG Reels, IG Live, Video tiktok, story tiktok, kolaborasi, memasang lokasi gi google maps, jualan di shopee, Tokopedia, Bukalapak, OLX, Lazada, Buat website gratisan (Linktree, Desty Page, Link Bio). Dalam berwirausaha dibutuhkan kreatifitas, passion, skill, ide, dan aksi.
![]() |
![]() |
Banyak hal yang sudah disampaikan oleh Bapak Fahmi kepada seluruh peserta workshop, dengan harapan kedepannya siswa SMK Negeri 2 Pekanbaru bisa menjadi pengusaha sukses dibidang yang mereka minati.
![]() |
Oleh : Riza Deswita, S.Pd (VNT.SPMI.10092024-63)







